SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Sinergi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) kian diperkuat untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan berdampak luas bagi masyarakat. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperbaiki sistem layanan keimigrasian dan pemasyarakatan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan di Provinsi Jambi.
Kerja sama tersebut menitikberatkan pada penguatan sistem layanan berbasis digital, khususnya melalui penerapan transaksi non-tunai serta pengelolaan administrasi keuangan yang lebih transparan. Dukungan sektor perbankan dinilai mampu meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus memperkuat tata kelola yang akuntabel di lingkungan IMIPAS.
Melalui integrasi dengan sistem perbankan, masyarakat kini mendapatkan kemudahan dalam mengakses berbagai layanan, termasuk proses pembayaran administrasi yang lebih praktis dan efisien. Digitalisasi yang diterapkan juga diharapkan mampu mempercepat alur layanan, meningkatkan keamanan transaksi, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna layanan publik.
Tidak hanya berfokus pada aspek pelayanan, kolaborasi ini juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat, terutama bagi warga binaan pemasyarakatan. Melalui program pembinaan dan pelatihan keterampilan, warga binaan dibekali kemampuan yang dapat menunjang kemandirian setelah kembali ke masyarakat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang lebih komprehensif dalam sistem pemasyarakatan, di mana pembinaan tidak hanya berorientasi pada pembinaan mental, tetapi juga peningkatan kapasitas ekonomi dan keterampilan praktis.
Sinergi antara IMIPAS dan BRI dinilai sebagai contoh konkret kolaborasi antara pemerintah dan sektor perbankan dalam menghadirkan layanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain memperkuat sistem pelayanan, kerja sama ini juga memberikan kontribusi nyata dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan masyarakat.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sektor, sehingga mampu menciptakan layanan publik yang semakin inklusif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat luas, khususnya di wilayah Jambi.
































